USU Peduli Survei dan Serahkan Bantuan Pascabanjir di Desa Muara Huta Raja
USU Peduli: Pendataan Resmi untuk Sivitas Akademika Korban Banjir
USU Terima Bantuan Kemanusiaan dari BTN untuk Korban Banjir Sivitas Akademika
22 Januari 2026
MUHASSANAH NASUTION
MEDAN - HUMAS USU PEDULI: Universitas Sumatera Utara (USU) lewat USU Peduli melaksanakan survei di sejumlah lokasi terdampak bencana banjir Sumatera, yakni Kabupaten Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. Survei ini dilakukan dalam rangka mendata kondisi lapangan serta kebutuhan masyarakat terdampak. Survei dijadwalkan akan berlangsung dari tanggal 20 hingga 25 Januari 2026.
Pada Selasa (20/01), pukul 12:45 WIB, tim USU Peduli yang berjumlah 11 personel yaitu tujuh mahasiswa dan empat dosen mendatangi posko induk Desa Aek Ngadol Sitinjak, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan. Kedatangan tim disambut oleh kepala desa beserta warga setempat untuk melakukan diskusi terkait kondisi posko pengungsian, termasuk jumlah pengungsi di posko satu dan dua.
Berdasarkan hasil diskusi, diketahui bahwa jumlah pengungsi mencapai 1.497 jiwa yang berasal dari 350 kartu keluarga. Diskusi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai tingkat keparahan bencana yang dialami oleh dua dusun di desa tersebut. Masyarakat bersama kepala desa menjelaskan bahwa pascabencana, lahan persawahan dan perkebunan warga tertimbun pasir dan lumpur akibat banjir dengan ketinggian mencapai sekitar 1 hingga 1,5 meter.
Kondisi tersebut menyebabkan petani tidak dapat kembali bertani, sementara hampir 90 persen mata pencaharian warga desa bergantung pada sektor pertanian. Situasi semakin diperparah karena proses pembersihan sawah masih harus dilakukan secara manual.
Oleh karena itu, warga setempat sangat berharap adanya bantuan berupa alat berat dari pemerintah untuk membantu membersihkan timbunan pasir dan lumpur di sawah mereka agar aktivitas bertani dapat kembali dilanjutkan. Selain itu, dalam diskusi tersebut juga disampaikan prioritas kebutuhan lainnya, yakni pengadaan air bersih di lokasi pengungsian guna memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat terdampak.
Survei di Desa Desa Aek Ngadol Sitinjak, Kecamatan Batang Toru, kemudian dilanjutkan pada pukul 21:23 WIB di Mesjid Nurul Islam bersama perangkat desa dan warga setempat. Diskusi tersebut membahas rencana kegiatan gotong royong yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu untuk pemasangan pipa air desa. Selain itu, diskusi ini juga membahas rencana penanaman benih ikan di Sungai Lubuk Larangan.
Rencana penanaman benih ikan tersebut dilatarbelakangi oleh tradisi menangkap ikan di Sungai Lubuk Larangan yang biasa dilakukan pada periode waktu tertentu. Tradisi ini cukup dikenal luas dan kerap menarik kedatangan warga dari desa lain untuk ikut meramaikan kegiatan tersebut. Namun, akibat bencana banjir yang melanda beberapa waktu lalu, seluruh ikan di sungai tersebut mati, sehingga tradisi tersebut terpaksa dihentikan sementara.
Melalui penanaman benih ikan, masyarakat berharap populasi ikan di Sungai Lubuk Larangan dapat kembali seperti sebelum bencana, sehingga tradisi menangkap ikan dapat terus dilestarikan. Diskusi kemudian berlanjut dengan membahas berbagai alternatif solusi atas permasalahan lain yang dihadapi Desa Aek Ngadol Sitinjak pascabencana banjir.
Survei di Desa Aek Ngadol Sitinjak dilanjutkan pada Rabu (21/01), yang berpusat di posko induk. Pada kesempatan tersebut, tim USU Peduli yang terdiri dari tujuh personel yakni lima mahasiswa dan dua dosen kembali berdiskusi bersama masyarakat dan perangkat desa terkait tindak lanjut penanganan kerusakan Sungai Lubuk Larangan.
Kegiatan dalam berita ini merupakan bentuk implementasi dari SDGs nomor 11 dan 17.
Reporter: Muhassanah Nasution